Senin, 08 Juni 2015


SEKILAS TENTANG
 “NAFIRI SION” CHOIR
GPdI GESING – KANDANGAN- TEMANGGUNG

“ Nafiri Sion” Choir adalah salah satu kelompok paduan suara di lingkungan Gereja Pantekosta di Indonesia Gesing- Kandangan- Temanggung. Paduan suara ini bermula dari kelompok paduan suara kulintang- angklung yang beranggotakan pemuda-remaja gereja. Seiring berjalannya waktu, karena para personil yang sudah tidak lagi berusia muda, maka sebutan koor pemuda-remaja, mulai ditanggalkan.

Pada tahun 2010, Oleh Bapak dan Ibu Gembala GPdI Gesing, kelompok paduan suara ini kemudian diberi nama Paduan Suara “ Nafiri Sion” atau “ Nafiri Sion” Choir. Sekalipun usia sudah tidak lagi muda, bahkan beberapa diantaranya sudah menjadi kakek dan nenek, tapi kelompok paduan suara ini tetap eksis untuk melayani Tuhan melalui suara-suara yang Tuhan berikan.

“ Nafiri Sion” Choir didirikan dengan Visi,” Menjadi pemuji dan penyembah Tuhan dengan segenap hati dan kemampuan.
Adapun Misi dari “ Nafiri Sion” Choir adalah:
  •  Menyelenggarakan kegiatanlatihan rutin secara kontinu dan terencana.
  • Turut serta dalam kegiatan rutin gereja dan pelayanan pujian ke gereja-gereja, serta mengisi acara-acara resmi pemerintahan, sebagai sarana mengembangkan kualitas pelayanan.
  • Turut serta dalam berbagai kompetisi sebagai sarana mengukur kemampuan diri
  • Melaksanakan konser interen dan eksteren.


Selasa, 29 April 2014

PE;AJARAN BERHARGA DARI KEHIDUPAN HANA

Ringkasan Khotbah, Kamis, 3 April 2014
Oleh: Pdt. H. Agus Susanto, S.Pd.K
 
Ayat Pokok:
" Lalu berdoalah Hana, katanya: Hatiku bersukaria, karena TUHAN tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolonganMu
Tidak ada yang kudus seperti TUHAN. Sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita.
( 1 Samuel 2:1-2)

Pendahuluan
Dalam bulan April ada hari yang sangat dinanti oleh para kaum perempuan yaitu HARI KARTINI. Hari Kartini, 21 April setiap tahun diperingati karena dianggap bahwa Tokoh Kartini ini sangat berjasa dalam memperjuangkan persamaan derajat antara kaum perempuan dan  pria.

Jauh sebelum dunia mengenal geakkan emaansipasi, Tuhan sebenarnya sudah melakukan hal ini. Dimata Tuhan, pria dan wanita sama-sama berharga. Alkitab sudah melaporkan nama-nama kaum perempuan yang dipakai Tuhan luar biasa. Ada yang sebagai nabiah, ratu, pedagang, penjahit, dll.

Salah satu tokoh perempuan yang perlu kita teladani adalah Hana. Mari kita akan pelajari bersama-sama. Tokoh Hana yang akan kita bahas adalah Hana Ibu Samuel.

Siapakah Hana
Ia adalah istri kedua dari Elkana. Ia tidak memilik anak atau mandul. Karena kemandulannya ia merasakan tekanan yang amat berat, baik dari masyarakat, terlebih dari Penina, madunya.  Namun demikian, ditengah ketidak berdayaan dan tantangan, ia terus berusaha dengan berdoa. Ia menyerahkan persoalan yang dihadapinya kepada Tuhan. Dan akhirnya Tuhan menjawab kerinduan hatinya dengan menganugerahkan Samuel sebagai jawaban doanya.

Pelajaran Berharga Dari Kehidupan Hana.
Mari kita akan pelajari bersama bagaimana dan apa saja pelajaran berharga dari kehidupan Hana.

Pertama:  Hana seorang yang pantang menyerah, walau yang lain sudah menyerah 
( 1 Sam 1:1-3).
Hana hidup pada jaman Israel mengalami kesuaman rohani. Pada masa hidupnya, banyak orang Isael yang tidak lagi mempedulikan Tuhan. Mereka berbuat sesuka hatinya. Bahkan para iman, tidak dapat lagi diteladani. Namun demikian, Hana tidak pernah menyerah. Ia terus berusaha dekat dengan Tuhan. Ia terus mengandalkan Tuhan. Ia tidak menyerah sekalipun yang lain sudah menyerah. 

Mari kita belajar dai kehidupan Hana ini. Para perempuan, sekalipun mungkin Tuhan ijinkan kita alami tantangan dalam pelayanan dan kehidupan, jangan menyerah. Tetap berdoa dan andalkan Tuhan, nantikan dengan setia, sampai Tuhan menyatakan pertolongan-Nya

Kedua: Hana selalu mengingat Allah, dikala ada masalah maupun tidak ada masalah ( 1 Sam 1:12-15, 1 Sam 2:1-10).

Apakah yang dilakukan Hana menghadapi masalah besar dalam hidupnya? ( 1 Sam 1:12-15)
a. Ia  datang dan berdoa kepada Tuhan
b. Ia mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan
   Hana berdoa dengan jujur dan sungguh-sungguh kepada Tuhan.
   Ia mengungkapkan rasa sakitnya yang terdalam
   Dalam bedoa ia sangat konsentrasi sehingga tidak menyadari situasi  sekelilingnya
  Pada saat berdoa, ia bernazar kepada Tuhan.

Bagaimana sikap Hana setelah berdoa?
Mukanya tidak muram lagi.
Aplikasi bagi kehidupan kita:
Meskipun kadangkala doa kita tidak langsung dijawab oleh Tuhan, secepatnya setelah kita berdoa, sebagai anak-anak Tuhan, mari kita tetap tunjukan sukacita dan bahagia, bila kita sudah berdoa, menyerahkan masalah kita kepada Tuhan.
Doa membuat kita berubah.

Apakah hasil doa Hanna?
Tuhan membuat Hana mengandung dan melahirkan seorang putra yang benama Samuel.

Apa yang Hana lakukan setelah doanya dijawab Tuhan?
Hana menaikkan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan.
Jadi Hana tidak hanya berdoa  saat ada masalah. Ketika tidak ada masalah, iapun tetap setia berdoa kepada Alla. Bukankah ini satu teladan yang indah?

Ketiga, Hana bukan hanya berani meminta, tetapi juga berani memberi yang terbaik (1 Sam 1:21-28)
Sebagaimana nazar Hana kepada Tuhan, maka setelah Samuel " disapih", ia menyerahkan anaknya kepada Tuhan.
Apa pelajaran berharga yang kita dapatkan dari kisah Hana menyerahkan Samuel kepada Tuhan untuk dididik melalui imam Eli?
Kisah ini mengajarkan kepada kita untuk tidak hanya berani meminta, tetapi berani memberikan yang terbaik.
Kita harus memberikan hal yang paling berharga yang kita miliki kepada Tuhan, sebagaimana Hana memberikan anaknya kepada Tuhan.
Kita belajar bahwa kalau kita mau berkomitmen memberikan yang terbaik kepada Tuhan, maka Tuhann akan melipat gandakan berkat-Nya kepada Kita.

Hana mengandung dan melahirkan tiga orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan

Penutup
Mari kita meneladani kehidupan Hana yang tidak mudah menyerah, meski orang lain sudah menyerah. Selalu mengingat Allah dikala ada masalah maupun tidak ada masalah. Dan tidak hanya berani meminta, tetapi beani memberikan yang terbaik.

Amin

NOTULEN RAPAT

Hari/tgl: Minggu, 6 April 2014
Pukul   : 11.45-14.00 WIB
Tempat : Aula Gereja

Pemimpin Rapat: Bapak Gembala
Peserta               : 32 orang

Acara:
1. Pembukaan
2. Evaluasi
3. Usul dan Saran
4. Penutup

Risalah Pembicaraan
Acara 1
Pukul 11.45 WIB Bapak Gembala memberi sambutan sekaligus membuka rapat
Acara 2: Evaluasi
Ada beberapa evalusi yang disampaikan oleh peserta  rapat
  1. Pemimpin penyembahan Pra ibadah, boleh berdiri  atau bertlutut di kursi.
  2. Singer juga diminta untuk aktif terlibat dari awal ibadah sampai akhir
  3. Para pelayan ibadah harap memperhatikan pakaian dengan tetap menjaga kesopanan berbuasana.
  4. Selama musim panen raya ( kopi), kegiatan rayon tetap berjalan dan tidak diliburkan
  5. Berkas-berkas pernikahan perlu diserahkan kepada Bapak Gembala dan sekretariat gereja untuk diadakan penelitian lebih lanjut sebelum masuk dalam konseling pra nikah
  6. Perlu mengadakan program baptisan rutin setiap tahun. Diputuskan setiap akhir Juni.
  7. Perlu penambahan personal Guru Sekolah Minggu, terutama Kelas Batita.
  8. Gereja perlu memiliki ruang sekerariat khusus
  9. Perlu komputerasi database keanggotaan jemaat
  10. Bapak dan Ibu Gembala diminta lebih banyak melayani firman dalam ibadah, baik Minggu maupun Kamis.  Bapak gembala dan Ibu bersedia 4 kali dalam sebulan
  11. Pemain Musik, harap lebih memperhatikan jadual latihan dan pelayanan
  12. Gereja akan mengadakan KKR 2 hari  yaitu hari Rabu dan Kamis, 23-24 Juli 2014 Pukul 18.00- selesai dengan Pembicara Bpk. Pdt. Ishak Tulus - Bekasi
  13. Majelis akan mengadakan Re-organisasi pada tanggal 1 Juli 2014. Diminta sekretaris gereja membuat undangan masing-masing 10 orang diluar majelis lama
Usulan:
  1. Gereja perlu memiliki rekening khusus atas namaGereja
  2. Gereja perlu membuka KAS PEMBANGUNAN
  3. Perlu menaikkan jasa untuk petugas kebersihan
Acara ke 4: Penutup
Pembacaan kesimpulan rapat
Pukul 14.00 WIB rapat ditutup dengan doa oleh Bapak Purwangsidi.



Gesing, 6 April 2014
Notulen


H.Agus Susanto, S.Pd.K

Kamis, 28 Maret 2013

KRISTUS DOMBA PASKAH

KRISTUS DOMBA PASKAH

Oleh : Pdt. Paulus Joko Purwanto

Catatan Khotbah Ibadah Paskah
GPdI Gesing, Kamis, 28 Maret 2013

Yoh 19:30 ".... Sudah  selesai ". Ini penyembelian yang terakhir. Seetelah peristiwa ini, tidak ada lagi korban yang perlu dipersembahkan kepada Tuhan. Pengorbanan Yesus adalah anugerah yang luar biasa. Karena kasih-Nya kepada umat manusia, Tuhan Yesus rela memberikkan nyawa-Nya untuk menjadi korban bagi kita

Ketika Yesus berkata " Sudah selesai" artiya, sudah selesai urusan segala dosa-dosa kita.

Untuk siapa Yesus menyerahkan nyawa-Nya? 
Yoh 10:11- Gembala yang baik menyerahkan nayawanya bagi domba-domba-Nya

Matius 25:31-40- Kalau Tuhan sudah memberikan nyawa bagi kita, maka kita juga garus rela mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan.

Yoh 21:15-16 -Domba-domba harus dipelihara, karena didunia ini banyak srigala dan binatang-binatang buas.

Mazmur 23:1-6;Hidup dalam penggembalaan Tuhan tidak berarti bebas dari permasalaha. Terkadang, Tuhan membawa kita ke lembah-lembah kekelaman, tetapi janji Tuhan . bahwa Tuhan pasti menyediakan setiap kebutuhan-kebutuhan kita

Selasa, 16 Desember 2008

TAAT-KUAT-BERKAT

Ringkasan Khotbah
Pdt. Gilbert Lumoindong, S.Th
Ayat Pokok:Ibrani 12:1-12

PENDAHULUAN

Hidup Kristen adalah sebuah perlombaan, setiap kita diwajibkan untuk menghadapinya (ay. 1). Karena itu, pandangan kita jangan tertuju kepada “mulut orang” atau juga jangan hanya tertuju kepada “berkat”, karena jika pandangan kita tertuju kepada hal-hal tersebut di atas, kita cenderung menjadi orang yang cepat kecewa dan menghalalkan segala sesuatu. Tuhan mau agar pandangan kita hanya tertuju kepada Yesus (ay. 2) yaitu untuk menyenangkan dan meninggikan Yesus saja agar kita tidak menjadi lemah dan putus asa (ay. 3).

Memang dalam perlombaan tersebut ada saatnya kita menghadapi masa-masa yang sukar, namun setiap kita harus percaya bahwa “FAILURE ISN’T FINAL”. Masalah dan kegagalan bukanlah akhir. Karena dibalik semuanya, Tuhan menyediakan buah kebenaran (ay. 11).

Persolalannya, banyak orang percaya tidak kuat dalam perlombaan imannya, karena adanya mitos-mitos (pandangan-pandangan keliru) dalam masyarakat :

Pandangan keliru :1.
Kekuatan hanya milik orang-orang tertentu dengan jabatan-jabatan tertentu dalam pelayanan.
Jawaban Firman : Filipi 4:13.
2.
Kekuatan hanya milik orang-orang dengan karakter tertentu.
Jawaban Firman : Roma 8:37-39.
3.
Kekuatan tidak dapat diraih jika pencobaan kita besar.
Jawaban Firman : 1 Korintus 10:13.
4.
Kekuatan adalah sesuatu yang sulit dan cenderung mustahil diraih.
Jawaban Firman : 1 Korintus 1:26-29.




MENGAPA KITA PERLU KUAT?1. Karena keadaan yang terjadi tidak selamanya seperti yang kita harapkan.
2. Karena hidup ini adalah perjuangan (kita belum berada di surga).
3. Karena kita memiliki musuh (musuh kita bukanlah manusia, tetapi iblis).
4. Karena kekuatan mutlak diperlukan untuk menjadi pelaku Firman (karena cinta Tuhan, tidak cukup. Cinta tanpa kekuatan hanyalah tinggal khayalan belaka).




PENUTUP

Biarlah setiap jemaat sekalian hidup kuat dan taat sehingga selalu melihat berkat dan mujizat.

MENDENGAR SUARA TUHAN

Ringkasan Khotbah
Pdt. Gilbert Lumoindong,S.Th
Ayat Pokok :Yeremia 7:21-23

Pendahuluan

Kesuksesan seseorang bukanlah karena banyaknya pelayanan atau jam terbang dari pelayan tersebut, melainkan kesuksesan hubungan kita dengan Tuhan. Kesuksesan adalah ketika kita membangun hubungan/komunikasi yang erat dengan Tuhan.

Penjelasan

Di dalam Yeremia 7:21-23 dikatakan bahwa Tuhan tidak memerintahkan kepada bangsa Israel mengenai korban bakaran atau sembelihan ketika Dia membawa nenek moyang mereka keluar dari tanah Mesir, melainkan Dia berkata : “Dengarkanlah Suara-Ku,… dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia.” Yang artinya bahwa Tuhan tidak meminta kita untuk melakukan/mementingkan hal-hal agamawi (pelayanan) saja, melainkan Tuhan hanya meminta agar kita mendengar suara-Nya.

Bagaimana kita bisa mendengar suara Tuhan ?1. Membangun hubungan yang intim dengan Tuhan (Mazmur 91:14).

Membangun hubungan yang intim dengan Tuhan yaitu melalui pujian & penyembahan setiap waktu. Karena memuji dan menyembah Tuhan (dalam Roh & Kebenaran) sangat menyukakan hati-Nya. Dan penyembahan adalah gaya hidup orang Kristen. Bergaullah dengan lingkungan yang senang dengan pujian & penyembahan (dekat dengan Tuhan). Karena Firman Tuhan berkata : “ Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik”.

Mazmur 91:9-16, berkata bahwa jika hati kita melekat kepada-Nya (ayat 14b), maka Ia akan :a. Menjadi tempat perteduhan dari setiap masalah kita (ayat 9)
b. Menjaga/membentengi kita dari marabahaya dan yang jahat (ayat 10-13)
c. Menjadi jawaban atas doa-doa kita dan menyertai di dalam kesesakan (ayat 15)
d. Memberikan umur panjang dan kemakmuran serta keselamatan (ayat 16)



2. Ketika kita membaca / mendengarkan Firman Tuhan (1 Sam 15:22).

Dengan membaca Firman-Nya setiap hari, maka Dia akan menegur dan menyempurnakan (memproses) hidup kita sehingga menjadi serupa dengan-Nya (I Yoh 2:6). Dan kita harus mau untuk dibentuk, diajar serta membayar harga untuk itu. Setiap jawaban atau suara Tuhan tidak selalu menyenangkan hati kita, namun Dia telah merencanakan/menyediakan yang lebih baik/lebih besar dari itu, asalkan kita mau bayar harga.




Kesimpulan

Mendengar suara Tuhan adalah yang dikehendaki-Nya bagi kita orang-orang yang dikasihi-Nya. Karena dengan mendengar suara Tuhan di dalam setiap langkah-langkah kita, maka Tuhan akan memberikan hal-hal atau perkara-perkara (berkat dan mujizat) yang luar biasa di dalam kehidupan kita sesuai dengan rencana & kehendak-Nya yang indah bagi kita. Sehingga kita menjadi generasi yang masuk tingkat tahta, artinya bahwa kita adalah generasi Kerajaan Allah. Haleluya.Amin.

Senin, 15 Desember 2008

DARI KAMI

media inform,si